I. KASIH KARUNIA
Tujuan
utama Allah menciptakan manusia yaitu supaya manusia memuliakan Allah
melalui penyembahan serta melakukan kehendakNya. Manusia mempunyai tubuh
yang elok yang dapat bergerak memuliakan Dia, akal yang tidak
terhalangi untuk mengerti kehendakNya, serta roh sebagai makhluk rohani
untuk menyembah Dia, karena Dia adalah Roh adanya (Yoh. 4:23-24), bahkan
manusia diberikan otoritas oleh Allah untuk mengatur semua ciptaanNya
(Kejadian1:28, Mazmur 8:5-7).
Kejatuhan
manusia ke dalam dosa karena melawan perintah Allah telah menyebabkan
akibat yang mengerikan. Manusia mengalami kematian rohani, menjadi gelap
sama sekali dan semua kemuliaan ciptaan Allah lenyap sama sekali. Kata
yang tepat untuk manusia untuk kejatuhan adalah “maut”(Roma 6:23). Dosa membuat manusia terpisah dari Allah; ada tempat kekal pemisah manusia dari Allah (Efesus 2:13-14). Istilah “Total Depravity”,
yaitu kehancuran total, mengandung pengertian bahwa manusia tidak
mempunyai kesanggupan menghampiri Allah (Roma 3:23). Manusia serta
seluruh keturunannya “terpisah” dari Allah karena dosa untuk
selama-lamanya.
Kasih
Karunia, suatu tindakan Allah di dalam kasih untuk menyelamatkan
manusia yang telah berdosa. Sebagaimana Adam dan hawa dipakaikan pakaian
dari kulit sehingga tidak ada korban darah, demikianlah Kasih Karunia
yaitu bahwa Allah, dengan penuh kasih telah mengaruniakan jalan
keselamatan melalui pengorbanan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah
(Yohanes 1:19, Yohanes 3:16). Kasih Karunia disiapkan Allah Bapa secara
cuma-cuma untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa yang membawa kepada
maut (Efesus 2:8, I Petrus 1:18-19).
Kata
kasih Karunia dalam bahasa Gerika adalah “Charis”, yang berarti suatu
pemberian yang bebas tanpa ikatan, dan tidak mengharapkan balasan. Kasih
karunia adalah pemberian yang tidak selayaknya diterima umat manusia,
tidak pantas diberikan kepada manusia yang berdosa. Kkasih Karunia
adalah kenyataan kebesaran kasih Allah yang mengaruniakan keselamatan
kepada manusia yang tidak patut lagi menerimanya (Efesus 2:1-9, II
Korintus 5:21). Di dalam Kasih Karunia Allah telah menetapkan syarat
bersifat mutlak tentang kebenaran keselamatan. Kasih karunia adalah
suatu tindakan Allah untuk mendamaikan dirinya dengan manusia melalui
penumpahan darah putra-Nya Tuhan Yesus Kristus (Efesus 2:13-14).
Kasih
Karunia adalah suatu anugerah keselamatan manusia yang di rancang Allah
do dalam Kasih-Nya. Kasih Karunia Allah adalah suatu suatu wahana yang
tidak kelihatan di mana Allah Bapa telah meluaskan isi hati-Nya yang
tidak terduga dalam menyelamatkan manusia melalui pengorbanan putra-Nya
Yesus Kristus. Hal ini harus dimengerti dengan jelas bahwa dalam Kasih
Karunia adalah “Kemurahan Allah” semata-mata dan tidak ada peranan
manusia sekalipun di dalamnya (Kolose 2:3-5, I Korintus 2:9-10, Efesus
2:8, Yohanes 3:16).
Kebenaran Keselamatan yang terjadi dalam kasih Karunia Keselamatan yaitu:
1.1 Kebenaran Penebusan.
Inti
dari Kasih Karunia adalah korban Darah Penebusan. Kematian Yesus
Kristus sebagai Anak Domba ialah harga penebusan manusia dari dosa,
sehingga manusia tidak lagi menjadi hamba dosa, tetapi oleh penebusan
darah-Nya maka sekarang menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Allah Bapa oleh
kehendak-Nya telah mengorbankan putra-Nya Yesus Kristus, sebagai jalan
penebusan untuk menjadi milikNya. Baca: I Petrus 1:18-19, Roma 3:24, I
Korintus 6:19-20).
Bayangan
penebusan di dalam Perjanjian Lama paling jelas yaitu penebusan satu
bangsa Israel dari perhambaan orang Mesir oleh penyembelihan domba
paskah. Israel diselmatakan oleh “Darah Domba Paskah”, bayangan darah Yesus Kristus sebagai Anak Domba (Keluaran 12:1-14).
Kalau
dalam Perjanjian Lama kita melihat korban bayangan melalui
korban-korban penyembelihan binatang, maka dalam Perjanjian Baru terjadi
penggenapan korban-korban itu di dalam Anak Domba Allah yaitu Tuhan
Yesus Kristus. Seluruh dunia telah mendapat anugrah keslamatan oleh
korban darah penebusan Yesus Kristus. Tetapi keselamatan itu hanya bagi
mereka yang percaya dan menerima penebusanNya (Roma 3:24; I Krointus
6:19-20, Yohanes 3:24).
1.2 Kebenaran Pendamaian
Kematian
Yesus Kristus oleh darahNya, telah mendamaikan manusia dengan Allah.
Pelayanan keimamatan dalam Perjanjian Lama sangat menuntut kesucian
karena tanpa kesucian tidak ada yang menghampiri Allah. Setiap imam yang
melayani harus ada korban darah karena tanpa penumpahan darah, tidak
akan ada pengampunan. Korban darah inilah yang telah mendamaikan manusia
dengan Allah. Darah Kristus telah menyucikan manusia dari dosa-dosa,
sehingga kita mampu menghampiri Allah karena telah didamaikan oleh darahNya (Efesus 2:13-14, Ibrani 9:22, Keluaran 24:6-8).
Firman
Allah berkata bahwa kalau darah domba ataupun lembu pada masa
Perjanjian Lama bias menyucikan manusia dan didamaikan dengan Allah,
apalagi darah Kristus akan menyucikan orang percaya dan memperoleh
kebnaran pendamaian untuk beribadah kepada Allah (Ibarani 9:13-14).
Kita
bersyukur bahwa orang percaya yang telah menerima kebenaran pendamaian
darah Kristus namun sering jatuh ke dalam dosa, kita selalu beroleh
anugrah pengampunan, bukan karena kita tetapi karena kebenaran pendamain
darah Kristus (I Yohanes 1:9-10, Efesus 2:13-14, Ibrani 9:13-14). (usahakan membaca ayat-ayat ini).
1.3 Kebenaran Korban Pengganti
Kebenaran
pengganti ialah kebenaran kasih karunia Allah untuk menyadari posisi
orang percaya. Mestinya bahwa manusialah yang harus mati karena dosa.
Kematian Yesus adalah suatu kematian sebagai korban pengganti. Dia tidak
mengenal dosa tetapi tyelah dijadikan dosa karena kita, supaya kita
mengambil tempatNya dan dibenarkan oleh Allah (II Korintus 5:21). Jadi,
Kristus Tuhan yang tidak berdosa telah dijadikan dosa karena kita, jadi
pembenaran orang percaya bukan karena perbuatan baik, tetapi karena kita
berada di tempatNya Yesus Kristus.
Karena
kita, orang percaya sesungguhnya harus diberkati dan memperoleh
kemuliaan Kristus, karena sekarang kita telah berada di tempatNya Yesus
Kristus. Dia yang adalah kaya tetapi telah menjadi miskin karena kita,
supaya oleh kemiskinanNya kita dikayakan dengan kemuliaan Sorgawi (II
Korintus 3:9).
1.4 Kebenaran Pemilihan Allah
Kebenaran
orang-orang pilihan tidak berdiri sendiri tetapi berada dalam kebenaran
kasih Karunia Allah. Inti Kasih Karunia Allah adalah pengorbanan Yesus
Kristus untuk keselamatan isi dunia. Allah Bapa telah memilih dan
menetapkan Yesus Kristus sebagai pokok pilihan. Yesus Kristus telah
dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu, baru menyatakan
diriNyapada akhir zaman. Yesus dipilih sebagai Anak Domba sudah sejak
azaz dunia, bahkan sebelum dunia dijadikan (I Petrus 1:20, Wahyu 13:8).
Karena
itu, pemilihan Allah sehingga kita dikatakan orang-orang pilihan hanya
terjadi di dalam kasih karunia. Yesus Kristuslah yang dipilih Allah
Bapa, dan semua yang percaya kepada Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat
menjadi etrpilih di dalam Dia. Inilah makna orang-orang pilihan (Efesus
1:3-5, Roma 8:29-30).
Mengapa
kita di dalam Yesus Kristus menjadi orang-orang pilihan? Karena
orang-orang pilihan adalah yang terpilih untuk memenuhi panggilan
melayani Dia. Jadi maksud pilihan Allah adalah supaya kita menggenapi
panggilan untuk melayani Dia, dan memberitakan berita keselamatan ke
seluruh dunia.
I Petrus 2:9, “…..supaya
kamu memberitakan perbuatan-perbuatan besar dari Dia, yang telah
memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib”.
II. REALISASI KASIH KARUNIA ALLAH
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Kasih Karunia adalah anugrah Keselamatan secara
Cuma-Cuma dari Allah untuk manusia. Di dalam kasih karunia keselamatan
ini yangf ada hanya tindakan kasih Allah semata-mata, dan di sana tidak
ada peranan manusia sedikit pun. (Yohanes 3:16, Efesus 2:8).
Kasih
karunia yang cuma-Cuma dari Allah merupakan tawaran dari Allah untuk
manusia, supaya dapat menerima kasih karunia keselamatan di dalam Tuhan
yesus Kristus. Manusia harus membuka hati dan menerima Dia sebagai Tuhan
dan Juruselamat (I Petrus 2:6-7, Yohanes 3:16, II Petrus 3:9).
Karena itulah keselamatan itu “bersyarat”. Syaratnya
ialah manusia harus percaya dan bertobat menerima Dia sebagai Tuhan dan
Juruselamat, selanjutnya berjalan melakukan seluruh kehendakNya (Filipi
1:9-11, 2:12, Efesus 4:12-13).
Tadi
dikatakan bahwa manusia telah gelap total dan tidak mampu menghampiri
Allah. Tetapi Allah memberi anugrah Roh Kudus untuk memimpin serta
memapukan orang percaya mengenal kebenaran dan berjalan di dalam
kebenaran Allah. Roh Kudus inilah yang menerangi hati dan pikiran kita
untuk mengenal kehendak Allah dan orang percaya mampu melakukannya (I
Korintus 12:3, I Korintusa 2:9-11, Yohanes 16:13).
Langkah-langkah realisasi keselamatan di Kasih Karunia Allah itu adalah sebagai berikut :
2.1. Pertobatan
Walaupun
kita percaya tetapi tidak menerima dan mengakui Dia sebagai Tuhan dan
Juru Selamat, maka percaya tersebut menjadi sia-si. Karena itu
perjalanan rohani orang percaya di mulai pada waktu pertobatan. Pada
waktu kita percaya tetapi belum bertobat maka kita belum memulai
perjalanan rohani kita. Namun ketika mengambil keputusan untuk bertobat,
pada saat itu kita berbalik belakang ke arah yang berbeda dan memulai
perjalanan iman sebagai orang percaya (Markus 1:15, Matius 3:2, Kisah
2:28). Yesus Kristus, Yohanes Pembabtis dan Rasul Paulus berseru, “Bertobatlah, bahwa Kerajaan Sorga telah dekat”.
Jadi,
pertobatan ialah titik dimana kita berbalik dari sebelum menuju kepada
maut sekarang ke arah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Hal-hal yang terjadi pada waktu bertobat yaitu:
(1) Dibenarkan (Justified)
; Pada waktu kita bertobat-lah maka inti kasih karunia yaitu pembenaran
pekerjaan darah Kristus berlaku pada kita. Darah Kristus inilah yang
membuat orang percaya di benarkan oleh Allah Bapa. Bandingkan tanda
darah di ambang dan kedua jenang pintu umat Israel pada waktu pembebasan
di mesir (Roma 3:24, Keluaran 12:12). Karena darah Kristus dan
kebenaranya-lah maka kita menjadi umat-Nya (Ibrani 9:22).
(2) Kelahiran Baru (Regenerated); Pertobatan
adalah akibat pekerjaan Roh Kudus dan FirmanNya; kita dilahirkan secara
rohani. Kelahiran baru yaitu dari keturunan daging yang membinasakan
berubah menjadi dilahirkan oleh Roh menjadi manusia rohani yaitu anggota
keluarga Allah, perubahan posisi dari manusia ketururnan Adam menjadi
manusia Roh di dalam Adam yang kedua yaitu Yesus (I Korintus 15:45-49).
Inti kehidupan kita bukan lagi daging yang membinasakan tetapi Firman
dan Roh Kudus (Yohanes 3:3-5).
Semua orang di dalam Kristus adalah manusia rohani yang hidup dalam kehendak Allah (Efesus 4:18-19, I Petrus 1:23).
(3) Menjadi Anak Allah (adopted)
Penebusan
menjadi kenyataan pada waktu kita bertobat. Orang-orang percaya diberi
hak menjadi anak-anak Allah, dan harus melalui suatu proses dari bayi
rohani sampai menjadi dewasa penuh yaitu mengalami kepenuhakan Kristus
(Yohanes 1:11-12, Efesus 4:13). Pengalaman pertumbuhan rohani tersebut
mewajibkan kita harus dipenuhkan oleh kuasa Roh Kudus, dan memberi hidup
dipimpin oleh Roh Kudus (Galatia 5:27). Semua proses tersebut berawal
apada waktu bertobat.
2.2. Beriman dan Kekudusan
Secara
menyeluruh, sebenarnya iman itu hanya satu yaitu percaya kepada Tuhan
Yesus Kristus oleh Firman Allah. Karena itu, pada kesempatan ini kami
tidak membagi tentang macam-macam iman yang diuraikan dalam Firman
Allah. Pertobatan ialah suatu peristiwa, sedangkan iman membawa orang
percaya ke arah dan sasaran. Begitu orang percaya dan bertobat, maka ia
menjadi orang yang beriman. Orang beriman artinya orang percaya dan
hidup dengan melakukan semua kebenaran Firman Allah (Roma 1:7, Efesus
4:5, Yakobus 2:17).
Akibat
iman terjadilah pertumbuhan rohani orang percaya yaitu pertumbuhan ke
dalam Tuhan Yesus Kristus, sehingga gereja menjadi dewasa dan sempurna.
Iman inilah yang membawa orang percaya mengecapi semua kemuliaan Tuhan.
Firman Tuhan melimpah dengan janji-janji Ilahi dan semua akan dinyatakan
dalam kehidupan orang percaya melalui iman. (Baca Ibrani 11 uraian tentang iman).
Iman itu adalah suatu kemampuan rohani yang dikerjakan oleh Roh Kudus melalui Firman Allah (Yohanes 16:13, I Korintus 2:10-11).
Oleh
iman kita melakukan semua kehendak Allah, menjadi dewasa rohani, bahkan
mengalami kepenuhan Kristus dan juga semakin dalam masuk pada kekudusan
Allah. Pertumbuhan rohani yang terjadi oleh iman berjalan bersamaan
dengan pengalaman menikmati “kekudusan” Allah (Efesus 4:12-13). Kalau
pertumbuhan rohani berhubungan dengan kematangan pengenalan akan
kebenaran Allah, maka kekudusan berarti bahwa oreang percaya menikmati
sifat dan karakter Allah yang kudus adanya (I Petrus 1:13-16).
Pertumbuhan
rohani dan kekudusan Allah adalah syarat utama untuk menikmati
persekutuan dan hadiratNya setiap saat. Puncaknya ialah pernikahan
gereja sebagai memepelai perempuan dan Yesus Kristus sebagai mempelai
laki-laki (Wahyu 19:7).
III. MEMELIHARA KESELAMATAN
Keselamatan
yang telah di anugrahkan melalui Kasih Karunia Kristus harus dipelihara
dengan baik, karena iblis akan berusaha untuk menggagalkan perjalanan
iman orang percaya. Kalau kita tidak waspada, maka dapat ditipu oleh
iblis supaya kita kembali ke jalan yang lama. Bahkan sebelum kedatangan
Tuhan, banyak orang percaya akan murtad dan mengikuti jalan iblis (II Tesalonika 2:3, I Timotius 4:1, Lukas 8:13).
Karena itu, orang percaya harus dipenuhkan dengan Roh Kudus untuk mendapatkan kekuatan dan bimbinganNya selalu (Galtia 5:24-25).